Transmisi Continuously Variable Transmission (CVT) menjadi pilihan utama pada skutik modern berkat perpindahan giginya yang mulus dan praktis. Dua skutik Honda yang sangat populer di Indonesia, Beat FI dan Vario 125, sama-sama mengusung CVT. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar antara keduanya yang perlu diketahui sebelum memutuskan mana yang lebih cocok untuk kebutuhan Anda.
Sistem CVT
Beat FI:
Sistem CVT Beat FI menggunakan teknologi V-Matic, dengan sabuk sebagai media penghubung antara puli primer dan puli sekunder. Pada puli primer, terdapat roller yang akan menekan sabuk untuk mentransmisikan tenaga dari mesin ke roda belakang.
Vario 125:
Vario 125 menggunakan sistem CVT yang lebih canggih, yaitu Enhanced Smart Power (eSP). Teknologi ini mengoptimalkan efisiensi mesin dan transmisi dengan mengurangi gesekan. Vario 125 juga memiliki pulley sekunder dengan desain khusus yang disebut "Roller Rocker Arm" untuk mengurangi getaran dan membuat perpindahan gigi lebih halus.
Performa CVT
Beat FI:
Transmisi CVT Beat FI memberikan perpindahan gigi yang cukup responsif pada putaran mesin rendah, sehingga cocok untuk penggunaan perkotaan yang sering stop-and-go. Namun, pada putaran mesin tinggi, perpindahan gigi terkadang terasa sedikit kasar.
Vario 125:
Dengan teknologi eSP, Vario 125 menghasilkan perpindahan gigi yang sangat halus dan efisien di semua rentang putaran mesin. Akselerasi pada putaran mesin rendah juga lebih baik dibandingkan Beat FI.
Durabilitas CVT
Beat FI:
Sistem CVT Beat FI dikenal cukup awet dan jarang bermasalah. Namun, seperti semua komponen mekanis, perawatan rutin seperti penggantian oli dan pengecekan roller CVT tetap penting untuk menjaga performanya.
Vario 125:
Teknologi eSP dan penggunaan material berkualitas tinggi membuat CVT Vario 125 sangat tahan banting. Roller CVT juga lebih lebar dibandingkan Beat FI, sehingga dapat mengurangi keausan sabuk dan memperpanjang umur CVT.
Fitur CVT
Beat FI:
Beat FI tidak dilengkapi dengan fitur khusus pada CVT. Pengaturan CVT hanya dapat dilakukan secara manual oleh mekanik dengan mengganti komponen seperti roller atau pegas.
Vario 125:
Vario 125 memiliki fitur CVT yang disebut Idling Stop System (ISS). Fitur ini akan mematikan mesin secara otomatis saat skutik berhenti dan starter akan menyala kembali saat tuas gas ditekan. ISS dapat menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi pada penggunaan perkotaan.
Kesimpulan
Beat FI cocok untuk Anda yang mencari skutik dengan CVT simpel dan andal untuk penggunaan harian di perkotaan. Performanya cukup responsif pada putaran mesin rendah dan perawatannya relatif mudah.
Vario 125 direkomendasikan bagi Anda yang menginginkan skutik dengan CVT yang sangat halus, efisien, dan tahan banting. Teknologi eSP dan fitur seperti ISS akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan hemat bahan bakar.
Namun, perbedaan harga yang cukup signifikan antara Beat FI dan Vario 125 juga perlu dipertimbangkan. Jika budget Anda terbatas, Beat FI tetap menjadi pilihan yang bagus. Namun, jika Anda mencari skutik dengan CVT terbaik, Vario 125 layak menjadi pilihan Anda.