Penyebab CDI Vario 110 Mati, Kenali dan Segera Atasi!

Rudi Soebiantoro

Pendahuluan

CDI (Capacitive Discharge Ignition) merupakan komponen vital pada sistem pengapian motor injeksi. Ketika CDI Vario 110 mati, maka pengapian tidak terjadi dan motor tidak dapat menyala. Lantas, apa saja penyebab yang dapat menyebabkan CDI Vario 110 mati? Berikut penjelasan lengkapnya.

Penyebab CDI Vario 110 Mati

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan CDI Vario 110 mati, di antaranya:

1. Kerusakan Coil Pengapian

Coil pengapian berfungsi menghasilkan tegangan tinggi yang dibutuhkan untuk menyalakan busi. Jika coil pengapian rusak, maka tegangan yang dihasilkan tidak cukup untuk menghasilkan percikan api pada busi, sehingga motor tidak dapat menyala.

2. Kerusakan CDI Unit

CDI unit merupakan otak dari sistem pengapian. Jika CDI unit rusak, maka proses pengiriman sinyal pengapian ke coil pengapian terganggu. Akibatnya, busi tidak dapat menghasilkan percikan api dan motor tidak dapat menyala.

3. Kerusakan Spul Pulser

Spul pulser berfungsi menghasilkan pulsa yang mengindikasikan posisi piston. Pulsa ini dikirim ke CDI unit dan digunakan untuk menentukan waktu pengapian. Jika spul pulser rusak, maka CDI unit tidak dapat menerima sinyal yang benar, sehingga pengapian tidak terjadi.

4. Kerusakan Kiprok

Kiprok berfungsi menstabilkan tegangan kelistrikan dari aki dan alternator. Jika kiprok rusak, maka tegangan yang dikirim ke CDI unit tidak stabil, sehingga mengganggu kinerja CDI.

5. Kerusakan Busi

Busi berfungsi menghasilkan percikan api yang menyalakan campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar. Jika busi rusak atau kotor, maka percikan api yang dihasilkan tidak cukup kuat, sehingga motor tidak dapat menyala.

BACA JUGA  Ukuran Ban Depan Vario 110 Karbu: Panduan Lengkap

6. Kerusakan Kabel atau Konektor

Kabel dan konektor berfungsi menghubungkan komponen-komponen sistem pengapian. Jika kabel atau konektor rusak atau longgar, maka arus listrik tidak dapat mengalir dengan baik, sehingga mengganggu kinerja CDI.

Cara Mengetahui CDI Vario 110 Mati

Untuk mengetahui apakah CDI Vario 110 mati, Anda dapat melakukan beberapa cara berikut:

  • Periksa busi: Lepaskan busi dan periksa apakah terdapat percikan api saat mesin distarter. Jika tidak ada percikan api, kemungkinan CDI rusak.
  • Ukur tegangan CDI: Gunakan multimeter untuk mengukur tegangan pada terminal CDI. Tegangan normal sekitar 12 volt. Jika tegangan lebih rendah dari 12 volt, kemungkinan CDI rusak.
  • Ganti CDI: Jika Anda telah melakukan pemeriksaan di atas dan masih belum menemukan penyebabnya, coba ganti CDI dengan CDI baru. Jika motor dapat menyala, berarti CDI lama memang rusak.

Biaya Perbaikan CDI Vario 110

Biaya perbaikan CDI Vario 110 bervariasi tergantung pada penyebab kerusakan dan bengkel yang Anda gunakan. Berikut adalah perkiraan biaya perbaikannya:

  • Ganti coil pengapian: Rp 150.000 – Rp 250.000
  • Ganti CDI unit: Rp 200.000 – Rp 350.000
  • Ganti spul pulser: Rp 50.000 – Rp 100.000
  • Ganti kiprok: Rp 100.000 – Rp 150.000
  • Ganti busi: Rp 15.000 – Rp 30.000
  • Periksa kabel dan konektor: Rp 50.000 – Rp 100.000

Kesimpulan

Kerusakan CDI pada Vario 110 dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kerusakan coil pengapian hingga kerusakan kabel atau konektor. Jika CDI mati, maka motor tidak dapat menyala dan perlu segera diperbaiki. Biaya perbaikan CDI bervariasi tergantung pada penyebab kerusakan dan bengkel yang Anda gunakan. Dengan mengetahui penyebab dan cara mengecek CDI, Anda dapat mengatasi masalah ini dengan lebih mudah dan cepat.

BACA JUGA  Ukuran Bearing Roda Depan Vario 110: Panduan Lengkap

Baca Juga

Bagikan:

Ads - Before Footer